Sebuah Nama

Siapakah Orang yang Namanya Bisa Dihapus dari Kitab Kehidupan?
Salam sejahtera,
Walaupun banyak orang berangan-angan, banyak agama dan aliran kepercayaan mengajarkan, bahwa Surga itu nyata, bahwa untuk masuk ke sana adalah menyangkut soal akumulasi perbuatan baik dan jahat dengan membandingkan atau menimbang keduanya, dimana jika perbuatan atau amal baik seseorang itu lebih berat timbangannya, maka orang tersebut berhak masuk Surga, dan jika terjadi sebaliknya adalah neraka, namun Alkitab, Firman Allah dengan tegas mengajarkan bahwa penghuni Surga adalah orang-orang yang dikenal oleh Penguasa Surga, dikenal oleh Yesus Kristus, dimana Yesus Kristus bersaksi kepada Bapa-Nya bahwa Yesus mengenal orang itu. Itulah sebagian gambaran tentang calon penghuni Surga. Namun secara spesifik Yesus mengajarkan tentang adanya Kitab Kehidupan yang mencatat nama-nama yang diakui sebagai warga Kerajaan Allah itu. Pertanyaan yang penting adalah: Siapakah orang-orang yang namanya tercatat di Kitab Kehidupan, atau, bagaimanakah caranya agar nama kita dipastikan tercatat di kitab yang mulia itu?
Jika kita meneliti pengajaran Alkitab secara mendetil, akan kita temukan bahwa Allah itu Kudus, Maha Suci, dan Tahta-Nya di Surga, dan Surga itu sendiri adalah Negeri, Kawasan, Wilayah yang Maha Suci juga. Tidak setitik noda-pun boleh berada di Surga. Tidak boleh ada jejak dosa yang boleh masuk ke sana. Saya bicara dalam konteks Kerajaan Allah yang ke sana Yesus akan membawa umat-Nya kelak, ketika iblis dibelenggu dalam hukuman abadi, jadi bukan “surga” dalam kitab Ayub, di mana iblis leluasa menghadap Allah. Itulah gambaran yang saya tangkap dari Alkitab. Faktanya adalah, bahwa semua orang telah pernah melakukan dosa, dan Alkitab mengajarkan kita, bahwa kesalehan manusia itu seperti kain kotor. Artinya adalah: bahwa perbuatan baik manusia, entahkah itu dilakukan dengan banyak-banyak memberi sedekah kepada sasaran yang tepat: orang miskin, anak yatim, anak yatim piatu, janda-janda yang kesusahan, orang-orang cacat dst-nya, lalu rajin berpuasa, rajin pergi sembahyang, ke rumah ibadah, berlaku jujur, adil dan benar, adalah sebagai contoh kesalehan manusia. Namun kesalehan seperti itu diibaratkan masih seperti kain kotor.
Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.(Yesaya 64:6)
Ketika roh Musa dan roh Elia secara bersama-sama bertemu Yesus dan mereka membicarakan tentang maksud dan tujuan Yesus turun ke bumi saat itu, maka tentu ada hal-hal yang sangat penting yang memang harus dibahas, dan saya menangkap bahwa dunia orang mati pun harus mendengar injil Yesus Kristus – terlepas dari kontradiksi di kalangan pengajar-pengajar Kristen sendiri – sehingga semua manusia, baik yang lahir di zaman Yesus sebagai manusia, atau zaman pra-sejarah, ataupun zaman akhir mendapat kesempatan yang sama untuk mendengar injil, dan untuk membuat namanya tercatat di dalam kitab kehidupan. Karena Yesus sendiri bersabda:
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)
Bagian kalimat “Tidak ada seorangpun … “ berarti tidak ada pengecualian, baik orang dari generasi pra-sejarah sampai kepada manusia modern. Semua orang yang ingin sampai kepada Bapa – artinya: masuk Surga – harus percaya Yesus, iman kepada Yesus, dikenal Yesus, diakui oleh Yesus di hadapan Bapa-Nya.
Kapan nama kita mulai tercatat di kitab kehidupan?
Alkitab memang tidak secara eksplisit menjelaskan kapan tepatnya nama manusia mulai tercatat di kitab kehidupan, namun saya berpendapat, dan merasa yakin, bahwa nama seseorang mulai tercatat di kitab kehidupan ketika orang itu mulai dikenal Yesus. Kapan? Ketika dia mulai percaya kepada Yesus Kristus, ketika dengan hatinya ia percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, dan dengan mulutnya dia mengakui semua yang dia percayai itu. 
Semoga dengan adanya pandemi covid-19 kita semua sanggup merenungkan dan lebih melekatkan hidup kita kepada Sang pemilik Nama yang Agung.

Salam mudiks UIS NENO NOK KIT OK OKE

Komentar